Apa Itu Migrain?

Berkah Ramadhan
0

Apa Itu Migrain?

Migrain adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan nyeri kepala hebat dan berdenyut, biasanya pada satu sisi kepala. Kondisi ini sering kali bersifat kambuhan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan. Migrain lebih banyak menyerang wanita dan umumnya mulai muncul pada usia 10–40 tahun.

1. Tahapan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Migrain tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui empat fase perkembangan gejala:

  • Fase Prodromal (1–2 hari sebelum serangan): Muncul gejala awal seperti perubahan suasana hati (mudah marah/sedih), nafsu makan berubah (ingin makanan manis), sering menguap, sembelit, atau leher kaku.

  • Fase Aura (sebelum atau saat nyeri): Gangguan sensorik seperti melihat kilatan cahaya, bintik hitam, kesemutan pada lengan atau kaki, hingga kesulitan berbicara. Selengkapnya mengenai apa itu aura.

  • Fase Serangan (Puncak Nyeri): Nyeri berdenyut yang bisa berlangsung 4–72 jam. Gejalanya meliputi mual, muntah, serta sensitivitas ekstrem terhadap cahaya, suara, dan bau.

  • Fase Postdromal (Setelah Serangan): Tubuh terasa sangat lemas, bingung, atau pening seperti baru saja mengalami kelelahan hebat.


2. Faktor Pemicu Utama

Meski penyebab pastinya terkait dengan gangguan aktivitas otak dan zat kimia seperti serotonin, serangan migrain dipicu oleh:

  • Hormonal: Penurunan kadar estrogen pada wanita (saat menstruasi, kehamilan, atau menopause).

  • Makanan & Minuman: Konsumsi MSG berlebih, pemanis buatan (aspartam), keju tua, kafein, dan alkohol.

  • Lingkungan: Bau tajam (parfum/rokok), lampu yang sangat terang atau berkelap-kelip, dan suara bising.

  • Psikologis: Stres emosional, kecemasan, atau kurang tidur/kelebihan tidur.


3. Pengobatan & Cara Mengatasi

Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan:

  • Obat Mandiri (Bebas): Paracetamol, aspirin, atau ibuprofen. Lihat daftar obat migrain di apotek.

  • Obat Resep: Jika obat biasa tidak mempan, dokter mungkin meresepkan triptans (misalnya sumatriptan) untuk menyempitkan pembuluh darah dan memblokir rasa nyeri.

  • Terapi Tanpa Obat: Beristirahat di ruangan yang benar-benar gelap dan sunyi, memberikan kompres dingin di leher atau kepala, serta melakukan teknik relaksasi.


4. Komplikasi dan Kapan Harus ke Dokter

Migrain yang tidak ditangani dengan benar atau terjadi terus-menerus (Migrain Kronis) dapat meningkatkan risiko komplikasi serius:

  • Status Migrainosus: Serangan yang berlangsung lebih dari 3 hari.

  • Gangguan Psikologis: Risiko depresi dan gangguan kecemasan.

  • Stroke Iskemik: Terutama bagi penderita migrain dengan aura yang juga merokok atau menggunakan pil KB.

Segera ke IGD jika: Mengalami sakit kepala hebat secara mendadak, leher kaku, demam, kejang, linglung, atau penglihatan ganda secara tiba-tiba. (Referensi: Kemenkes RI - Tanda Bahaya Nyeri Kepala).

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default