Pernahkah Anda mendengar istilah "The Silent Killer"? Dalam dunia medis, julukan ini melekat erat pada Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Disebut demikian karena hipertensi sering kali muncul tanpa gejala fisik yang jelas, namun diam-diam merusak organ vital tubuh kita.
Dalam artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas apa itu hipertensi, bagaimana cara mengetahuinya, dan mengapa kita tidak boleh menyepelekannya.

Apa Itu Hipertensi?
Secara sederhana, Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) terlalu tinggi secara terus-menerus.
Tekanan darah diukur dengan dua angka:
Sistolik: Tekanan saat jantung berdenyut memompa darah.
Diastolik: Tekanan saat jantung beristirahat di antara denyutan.
Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darahnya berada pada angka 140/90 mmHg atau lebih dalam pemeriksaan yang berulang.
Gejala yang Sering Muncul
Meskipun sering tanpa gejala, beberapa orang dengan tekanan darah yang sudah sangat tinggi mungkin merasakan:
Sakit kepala atau pusing hebat.
Rasa berat di tengkuk atau leher.
Jantung berdebar-debar (palpitasi).
Penglihatan kabur.
Mudah lelah atau sesak napas.
Ingat: Jangan menunggu gejala muncul untuk memeriksakan diri. Satu-satunya cara akurat mengetahui tekanan darah adalah dengan melakukan tensi secara rutin.
Mengapa Hipertensi Berbahaya?
Jika dibiarkan tanpa penanganan, tekanan darah tinggi yang terus menerus akan membebani kerja jantung dan merusak pembuluh darah di seluruh tubuh. Hal ini dapat memicu komplikasi serius, seperti:
Penyakit Jantung: Serangan jantung atau gagal jantung.
Stroke: Pecahnya pembuluh darah di otak.
Kerusakan Ginjal: Gagal ginjal kronis.
Kerusakan Mata: Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
Faktor Risiko: Siapa yang Rentan?
Ada dua jenis faktor risiko hipertensi:
Faktor yang Tidak Dapat Diubah: Usia (semakin tua risiko meningkat), jenis kelamin, dan riwayat keluarga (genetik).
Faktor yang Dapat Diubah (Gaya Hidup): * Konsumsi garam berlebih.
Kegemukan (obesitas).
Kurang aktivitas fisik atau olahraga.
Merokok dan konsumsi alkohol.
Stres berkepanjangan.
Tips Mencegah dan Mengontrol Hipertensi
Kabar baiknya, hipertensi bisa dicegah dan dikontrol melalui pola hidup sehat yang dikenal dengan istilah CERDIK:
Cek kesehatan secara rutin.
Enyahkan asap rokok.
Rajin aktivitas fisik/olahraga (minimal 30 menit sehari).
Diet seimbang (rendah garam, rendah lemak, tinggi serat).
Istirahat cukup.
Kelola stres dengan baik.
Kesimpulan
Hipertensi bukan sekadar angka di alat tensi, melainkan peringatan dini bagi kesehatan jangka panjang kita. Dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga, kita bisa menjalani hidup yang lebih berkualitas dan terhindar dari komplikasi berbahaya.
Sudahkah Anda mengecek tekanan darah hari ini?
Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang tersayang!
