Mengupas Shalat dalam Kitab Taqrib: Tiang Agama dalam Genggaman Pemula

Berkah Ramadhan
0
Jika bab pertama (Thaharah) adalah kunci pembuka, maka bab kedua, yaitu Kitab al-Shalat, adalah inti dari seluruh ibadah dalam Islam. Syekh Abu Syuja’ menyusun bab ini dengan sangat presisi, memandu pembaca dari pengenalan waktu hingga tata cara shalat dalam kondisi darurat.


1. Pembagian Waktu Shalat

Abu Syuja’ memulai bab ini dengan menjelaskan Mawaqit (waktu-waktu shalat). Hal ini krusial karena shalat tidak sah jika dilakukan di luar waktunya tanpa uzur syar'i.

  • Dzuhur: Dimulai dari tergelincirnya matahari (zawal).

  • Ashar: Dimulai saat bayangan benda sama panjang dengan aslinya.

  • Maghrib: Dimulai sejak terbenamnya matahari.

  • Isya: Dimulai saat hilangnya mega merah (syafaq al-ahmar).

  • Subuh: Dimulai dari terbitnya fajar shadiq.

2. Syarat Wajib dan Syarat Sah

Dalam Kitab Taqrib, dibedakan secara tegas antara siapa yang wajib shalat dan apa yang harus dipenuhi agar shalatnya diterima:

  • Syarat Wajib: Islam, Baligh, dan Berakal (Cukup umur dan sehat mental).

  • Syarat Sah: Suci dari hadats dan najis, menutup aurat, menghadap kiblat, dan mengetahui masuknya waktu.

3. Rukun-Rukun Shalat (Arkan al-Shalat)

Salah satu bagian paling penting dalam bab ini adalah rincian 18 rukun shalat (dalam beberapa hitungan syarah menjadi 13 atau 17). Abu Syuja' menekankan bahwa jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka shalat batal secara otomatis. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Niat.

  2. Berdiri bagi yang mampu.

  3. Takbiratul Ihram.

  4. Membaca Al-Fatihah.

  5. Ruku' dan Tumaninah.

  6. Sujud dan Tumaninah.

  7. Tahiyat Akhir hingga Salam.

4. Perbedaan Laki-laki dan Perempuan

Uniknya, Kitab Taqrib memberikan sub-bab khusus yang menjelaskan lima perbedaan teknis antara laki-laki dan perempuan dalam shalat. Misalnya, laki-laki disunnahkan merenggangkan siku dari lambung saat sujud, sedangkan perempuan disunnahkan merapatkannya.

5. Shalat Jamaah dan Shalat Musafir

Bab ini juga mengatur tentang kelonggaran (rukhshah) bagi umat Islam, seperti:

  • Shalat Jama' dan Qashar: Memudahkan mereka yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir).

  • Shalat Berjamaah: Menjelaskan syarat menjadi makmum dan batasan mengikuti imam.


Mengapa Bab Shalat dalam Taqrib Begitu Istimewa?

Kesederhanaan bahasa Abu Syuja’ membuat pembaca mudah menghafal poin-poin krusial. Beliau tidak terjebak dalam perdebatan panjang antar mazhab, melainkan langsung menyajikan "menu siap saji" bagi kita untuk beribadah dengan benar sesuai standar mazhab Syafi'i.

Pesan Penting: Mempelajari bab ini bukan sekadar menghafal rukun, melainkan memastikan bahwa ibadah harian kita telah memenuhi standar minimum sahnya sebuah penghambaan.

#KitabTaqrib #FikihSyafii #FikihShalat #AbuSyuja

 

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default