Waspada Virus Nipah: Bandara Lombok dan Jawa Tengah Perketat Pengawasan Perjalanan Internasional

Berkah Ramadhan
0

INDONESIA – Seiring dengan meningkatnya laporan kasus penularan Virus Nipah (NiV) di beberapa negara, pemerintah daerah di Indonesia mulai mengambil langkah preventif yang serius. Dua wilayah yang menjadi sorotan utama dalam upaya pencegahan ini adalah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Tengah, di mana otoritas kesehatan dan pintu masuk transportasi internasional mulai memperketat pengawasan penumpang.

Pengawasan Ketat di Bandara Internasional Lombok

Pemerintah Provinsi NTB melalui otoritas Bandara Internasional Lombok (BIL) telah menginstruksikan penguatan deteksi dini terhadap seluruh pelaku perjalanan, baik domestik maupun internasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus yang ditularkan melalui hewan (zoonosis), terutama kelelawar pemakan buah.

General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian, menyatakan bahwa pihaknya telah mengoperasikan dua unit thermal scanner di area kedatangan internasional dan domestik. Alat ini berfungsi memantau suhu tubuh penumpang secara real-time untuk mengidentifikasi gejala awal infeksi, seperti demam tinggi.

"Kami senantiasa berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan. Penguatan pengawasan ini bersifat preventif agar potensi penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sejak awal," ujar Aidhil dalam keterangannya.

Selain pemeriksaan suhu, penumpang internasional kini diwajibkan mengisi aplikasi SATUSEHAT Health Pass. Aplikasi ini berfungsi untuk merekam data kesehatan serta riwayat perjalanan penumpang, guna memudahkan pelacakan (tracing) jika ditemukan kasus yang mencurigakan.

Jawa Tengah Perketat Pintu Masuk Internasional

Senada dengan NTB, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk wilayahnya. Dinas Kesehatan Jawa Tengah memberikan perhatian khusus pada pelaku perjalanan internasional yang datang dari negara-negara dengan laporan kasus aktif Virus Nipah.

Langkah antisipasi di Jawa Tengah meliputi:

  1. Peningkatan Skrining: Optimalisasi penggunaan pemindai suhu tubuh di pelabuhan dan bandara.

  2. Pemantauan Gejala: Petugas medis di lapangan dilatih untuk lebih peka terhadap gejala mirip Nipah, seperti demam, sakit kepala, hingga tanda-tanda gangguan pernapasan akut atau ensefalitis (radang otak).

  3. Kesiapan Fasilitas Kesehatan: Rumah sakit rujukan diinstruksikan untuk menyiapkan ruang isolasi dan protokol penanganan jika ditemukan pasien dengan indikasi gejala Virus Nipah.

Mengenal Virus Nipah dan Risikonya

Virus Nipah adalah penyakit yang sangat mematikan dengan tingkat fatalitas kasus (CFR) diperkirakan mencapai 40% hingga 75%. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif Virus Nipah di Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat disarankan untuk selalu menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari konsumsi buah-buahan yang tampak bekas gigitan hewan atau produk yang berisiko terkontaminasi cairan tubuh hewan penular.

Melalui sinergi antara pengelola transportasi, Balai Kekarantinaan Kesehatan, dan pemerintah daerah, diharapkan pintu masuk Indonesia tetap terjaga ketat dari ancaman patogen berbahaya ini.


Referensi:

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default